Keprihatinan akhir-akhir ini

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar dari media baik itu media elektonik maupun cetak tentang berita yang menyedihkan. Mulai dari pembagian zakat yang menewaskan 21 orang sampai kasus makanan yang tidak layak dimakan. Sudah seberapa gawat dan hancurnya negeri ini. Jika kita melihat sebentar tantang negeri ini, sebenarnya sangat tidak masuk akal jika kita hidup dalam kemiskinan. SDA kita berlimpah, mulai dari hasil hutan, ternak sampai hasil laut… tapi begitu banyaknya nikmat yang diberikan untuk negeri ini, kita tidak pernah merasakannya.

Sangat prihatin ketika melihat berita 21 orang meninggal akibat antri zakat yang konon katanya cuma karena uang 30 ribu rupiah, bisa dibayangin, hanya, sekali lagi, hanya karena uang segitu, nyawa jadi taruhan, apakah emang nyawa di Indonesia ini dihargai cuma segitu, mau gimana lagi, aturan yang sudah morat-marit menyebabkan semua itu.

Selain itu daging yang sudah tidak layak untuk dimakan, dimodifikasi lagi menjadi daging segar, dikasih darah atau dicampur dengan formalin, yang seharusnya makanan tidak boleh tercemar zat itu, berapapun kadarnya… sampai ada yang memodifikasi daging dari tempat sampah, bisa dibayangin, daging yang sudah dibuang ditempat sampah, diambil lagi dan sedikit trik bisa untuk dijual lagi, mungkin juga selama ini kita juga sering makan tanpa disardari. Sudah segini parahnya, sampai makan aja harus berfikir beribu kali, sampai makanan tahu aja dicampur formalin juga.. astagfirullah….

Belum lagi soal percaloan tiket, bagaimana susahnya cari tiket, terutama kereta api, bisa dibayangin loket yang baru dibuka, tiket bisa langsung habis terutama kelas eksekutif, dan sebenarnya masih bisa beli tiket tersebut kalo mau, tapi harus melalui seorang calo dengan harga yang berkali lipat.

Itu hanya sekelumit kasus yang marak akhir-akhir ini, dan masih banyak lagi kasus-kasus semisal… sudah bukan rahasia lagi, kita bisa mendapat kejadian-kejadian itu baik di TV atau media lain dengan sangat mudah.

Pertanyaan yang selalu diotak adalah…

Kapan kita bisa hidup tenang dan bahagia ??

Kapan kita bisa menikmati makanan dengan tenang ??

Kapan kita tidak antri BBM lagi ??

Kapan pendidikan dan kesehatan murah bahkan gratis ??

Kapan kita tidak takut saat berpergian ??

Kapan dan kapan……………….

Marah dengan semua itu, sebal dengan semua itu atau ingin menangis, mau marah kemana, mau nangis kemana… kita hanya bisa berdoa agar ada perubahan dinegeri ini, dan tidak hanya doa saja, tapi juga ikhtiar kita sebagai pondasi melakukan sebuah perubahan, kapan lagi kalo bukan sekarang, kapan lagi kalo tidak disini, dan kapan lagi kalo bukan kita yang melakukan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s