Kisah Spesialis Mata

Teringat waktu lebaran kemarin diajak oleh seorang sahabat kerumah teman untuk silaturrahim, yang mana teman kita tadi adalah seorang mahasiswi kedokteran. Tapi saya tidak cerita tentangnya, hanya saja ada suatu hal menarik dari perkataan dia, meskipun sederhana dan sekilas diucapkan, tetapi sebenarnya maknanya dalam banget jika dikaji secara mendalam, kata-kata dia kurang lebih yaitu Sebenarnya dalam diri kita ini terdapat suatu hal yang menarik dan luar biasa, yang mana bila satu hal saja tidak bekerja maka keseimbangan tubuh kita akan terganggu, misalkan saja syaraf, andaikata ada satu saja syaraf yang putus, kita tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi pada diri kita, belum lagi dasyatnya sebuah paru-paru serta organ lainnya yang tanpa kita perintah, bisa melakukan kerja dengan sendirinya, Maha Suci Allah dengan segala kebesaran-Nya… ya.. itulah kata-kata sekilas yang diucapkannya, teman saya tadi telah mengalami hal yang luar biasa, yang mana tidak semua orang bisa memiliki pemikiran dan pengalaman seperti itu…

Dibawah ini juga saya tuliskan sebuah pengalaman yang dialami oleh seorang dokter, namanya Dr. A. Shabab (80 Tahun), beliau adalah Spesialis Mata yang kisahnya saya ambil dari majalah Tarbawi edisi 30. Semoga kisah berikut juga memberi kita inspirasi dan pengetahuan tentang keMaha Besarannya Allah…

Pada tahun 1947, saya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menjelang lulus, ada pengumuman tentang sangat dibutuhkan dokter-dokter mata ditanah air, karena jumlahnya masih sangat sedikit. Akhirnya saya memutuskan melanjutkan ke Spesialis Mata. Pada awal kuliah, bersama mahasiswa-mahasiswa lainnya, saya praktek meneliti dengan membedah mata sapi. Termasuk melakukan operasi katarak, mengangkat lensa. Selanjutnya, baru menghadapi mata pasien manusia. Saat itulah saya semakin menyadari betapa banyaknya nikmat yang Allah berikan pada makhluk-Nya, terutama manusia.

Khusus tentang mata, dengan karunia itulah kita dapat merekam nikmat yang Allah berikan. Setelah direkam oleh mata, gambar-gambar itu lalu dikirimkan keotak. Jadi, mata berfungsi sebagai penyalur, seperti kamera yang merekam sinar dari benda dalam film. Namun, mata kita kemampuannya lebih jauh lagi. Sewaktu kita melihat suatu benda, maka sinar masuk kemata dan direkam oleh otak. Dalam otak sendiri, ada bagian-bagian khusus yang berkaitan dengan mata.

Elemen-elemen dalam mata sangat harmonis. Bagi saya, inilah salah satu bukti kekuasaan Allah. Sangat saya rasakan, kesadaran ini juga menambah keimanan saya. Lihatlah bagian-bagian mata, betapa harmonisnya mereka. Mulai dari depan kornea, sampai kebelakang mata. Pantulan benda yang kita lihat akan masuk melalui saluran refraksi ini, hingga sampai retina, yang memiliki syaraf-syaraf halus. Dari bagian syaraf diteruskan melalui suatu urat syaraf yang besar keotak. Baru direkam di otak. Sebelum disalurkan ke otak, kita belum bisa melihat. Semua bagian ini pun penting. Jika ada kerusakan disalah satu bagian refraksi, maka gambar pun tidak bisa disalurkan.

Kerusakan disalah satu lapisan refraksi akan mengakibatkan mata turun penglihatannya. Misalnya ada kerusakan dikornea akibat radang, maka penglihatan jadi tidak utuh. Atau kerusakan dibagian yang lain misalnya dilensa, yang disebut katarak. Kalau tidak diangkat, dapat menyebabkan penderitanya jadi tidak bisa melihat. Atau kerusakan dibagian syaraf. Meskipun matanya utuh, jika syarafnya rusak, maka tidak akan bisa melihat. Atau keadaan mata dari bola sampai syarafnya utuh, namun diotak ada kerusakan, akibatnya tidak bisa melihat juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s