Ketika Marah Berarti Sayang

Sudah lama jari-jari ini tidak menulis sebuah tulisan yang mungkin sedikit bisa dibagi,tulisan terakhir diblog ini kapan ya, sampai udah lupa he… mumpung ada waktu dan keinginan, ku coba buka komputerku yang tertidur dan kumulai ketikan sebuah coretan dimicrosoft wordku.
Banyak kisah disekitar kita yang dapat dijadikan inspirasi dalam menulis, banyak kisah sekeliling kita yang bisa dijadikan bahan coretan yang mungkin menjadi inspirasi atau bermanfaat untuk orang lain, salah satunya mungkin perilaku seperti ini, yang mungkin juga sering saya lakukan.
“ah… nanti aja”, “ah…. Ngomong mulu aja”, “ah…. Sok nasehatin”, dll… kata-kata itu mungkin sering kita dengar atau barang kali kita ucapkan, saya sendiri mungkin sering juga mengatakannya… kata-kata yang keluar ketika kita dimarahin atau barang kali dinasehatin, kata-kata yang kadang kita anggap benar, tapi kita akan merasah bersalah dan bertanya “kenapa kata-kata itu bisa keluar dari mulutku…” waktu kita sudah jauh atau ditinggalkan, entah ditinggal untuk selamanya atau ditinggal sementara, ketika itupun kita akan menyesalinya.
Banyak diantara kita, atau mungkin saya sendiri kadang, entah tidak sadar atau memang dilakukan dengan kesadaran sering marah atau jengkel terhadap orang yang kita sayangi… contoh sederhananya terhadap ibu. Sering tanpa sadar mulut ini marah-marah tidak karuan ketika ibu kita menasehatin kita atau menyuruh kita melakukan sesuatu.
Seorang Ibu adalah seorang yang paling mengerti kasih sayang, ia akan selalu berada disamping kita ketika kita sedang sakit atau sedih, ia selalu mendoakan disetiap sujud malamnya… ia adalah orang yang paling mulia, paling bersabar bahkan Rasulullah mengatakan sampai tiga kali seorang ibu harus dihormati sebelum menghormati ayah. Didalam al Quran pun sudah sangat jelas, mengatakan “ah” saja sudah tidak diperbolehkan…


Oke saya coba kembali kepembahasan pertama, marah… ya kata-kata itu adalah kata yang mungkin sangat tidak enak didengar, atau barang kali sangat dibenci sama semua orang. Tapi dijaman yang modern seperti ini, kita sering lupa dan sering salah dalam mengartikannya.. bukan hanya itu, kita pun kadang-kadang tidak bisa membedakan antara marah dengan sebuah nasehat. Sebuah contoh sederhana sudah dituliskan diatas, seorang anak yang mudah tersinggung atau mudah marah ketika ibunya mungkin sedang nasehatinnya, “jangan begini nak, jangan begitu”. Tetapi banyak yang menganggap nasehat itu sebagai kekangan atau kemarahan ibu kepada anaknya.. kita sering tidak berfikir dua kali atau berfikir jauh, apa yang dikatakan ibunya itu benar dan bermanfaat untuk kehidupan kita menjadi lebih baik, kita sering berfikir pendek, bahwa nasehat itu sebagai kemarahan, nasehat itu sebagai nasehat kuno yang sudah lapuk dalam era modernisasi sekarang ini. Sampai akhirnya kita baru sadar dan menyesalinya ketika mungkin kita ditinggalkan ibu kita untuk selamanya atau ketika
kita sudah merasakan sesuatu yang tidak kita inginkan, kita baru sadar bahwa nasehat itu adalah nasehat yang benar untuk kita.
Marah bukan berarti marah, marah bukan berarti sebel, jengkel atau lainnya, kadang marah juga berarti sayang, marah karena cinta, marah karena seseorang yang dicintainya melakukan kesalahan atau lainnya, sejatinya makna marah seperti itu terlalu dini untuk dikatakan sebagai marah, marah seperti itu lebih tepat dikatakan sebagai nasehat, nasehat yang baik dari seorang ibu kepada anaknya.
Tulisan ini mungkin cukup singkat, ya… itung-itung pemanasan sudah lama tidak nulis lagi he…. Semoga tulisan yang sedikit dan pendek ini bisa bermanfaat untuk yang baca, terutama yang nulis tentunya…. Semua bentuk nasehat jangan dilihat dari siapa yang kasih nasehat itu, apakah dia lebih dewasa, lebih pintar atau lebih segala-galanya, sebuah nasehat bisa berasal dari seorang anak kecil yang mungkin pemikirannya jauh lebih baik, nasehat dari orang tua, guru, sahabat atau siapa saja, jangan melihat nasehat itu sebagai teguran atau kemarahan, kadang-kadang perlu kita lihat semua itu sebagai kasih sayang kepada kita karena bisa mengingatkan kita, orang nasehatin berarti karena sayang dan perhatian kepada kita, nggak mungkin kan marah-marah tanpa sebab dan alasan tertentu. So… jangan lihat siapa yang kasih nasehat, tetapi lihatlah apa yang disampaikannya…. Diakhir tulisan ini, saya juga sampaikan banyak minta maaf sama ortu, terutama ibunda, yang mungkin saya banyak melakukan kesalahan, terimakasih untuk semua doa mu di setiap sujud malammu, terimakasih untuk semua nasehat-nasehat dan kasih sayangmu, terima kasih pula buat semua sahabat, teman dan lain-lain yang banyak kasih kritik, saran, nasehat untuk ku, makasih pula buat seseorang yang mungkin saya banyak salah yang kulakukan….
Tapi bukan berarti tulisan ini mengajak untuk menjadi orang pemarah ya, ada kalanya marah itu baik dan ada kalanya marah itu jelek, hanya saja banyak yang berfikir marah itu sebagai kemarahan saja, banyak yang berfikir kalo marah itu selalu negative. jadi marah itu ada marah dalam bentuk positif dan marah dalam bentuk negative. Sebagai contoh Rasulullah akan sangat marah ketika ada sahabat yang melihat kemungkaran tetapi dibiarkan saja, atau Beliau akan sangat marah ketika sahabat mempunyai harta yang melimpah tetapi tidak digunakan untuk membantu orang miskin, padahal sahabat itu mengetahuinya. Bukankah Rasulullah orang yang paling penyabar, Rasulullah bukan seorang pemarah kan. Itu lah sifat marah dalam arti kasih sayang seorang Rasulullah kepada sahabat-sahabatnya. Sama halnya dengan sifat cemburu, banyak kan yang artiin cemburu tu negatif, cemburu tu hanya karena seseorang yang kita sayangi bersama/berduan dengan orang lain, padahal makna cemburu tu jauh banget dari itu semua… tulisannya tentang nih lain kali aja ya he….. kebanyakan kalo ditulis sekarang…😛
Ni sedikit renungan tentang sosok seorang ibu, semoga bisa jadi inspirasi kita akan mengingat jasa-jasa ibu kita yang senantiasa menyanyangi kita…. Makasih juga untuk yang buat gambar-gambar ini(entah siapa he…, “maaf copas he..…”) moga bermaanfaat aja…..

Kalo mau denger lagu-lagu tentang ibu, bisa download disini :
1. Bijak (cari aja di google he….)
2. Shoutul Haq (http://www.ziddu.com/download/3715868/SHOUTULHAQ-IBU.mp3.html)
Mau lihat liriknya, klik disini :
1. Bijak (http://www.liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/121/bijak-ibu.html)
2. Shoutul Haq (http://www.liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/794/shoutul_haq-ibu.html)

6 thoughts on “Ketika Marah Berarti Sayang

  1. tulisannya keren gan………,
    sangat menyentuh………….aq suka ini
    “ibu” ada yg bilang dia adalah tuhan qt di dunia…..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s